Profil Asdep Emisi
Penelitian & Publikasi
Program & Kegiatan
Foto-Foto Kegiatan
Berita Lingkungan
Selamat Datang Di Web Site Resmi Asdep Emisi KLH
» Program & Kegiatan
 
CLEAN AIR, CLEAN FUEL, CLEAN VEHICLES

PENDAHULUAN

Data dari Bank Dunia tahun 1993 menyebutkan bahwa komposisi dari kerusakan lingkungan akibat dari pembakaran bahan bakar fosil pada enam kota di negara berkembang yang dipantau adalah 68% berdampak pada kesehatan , 21% berdampak pada perubahan iklim dan 11% berdampak pada aspek lainnya. Program pengendalian pencemaran lingkungan khususnya pencemaran udara telah menjadi perhatian di masyarakat Indonesia saat ini. Lebih jauh lagi, publik Indonesia kini telah menyadari bahwa pengendalian pencemaran udara dapat diasosiasikan dengan program penghematan bahan bakar dan inisiasi dari penggunaan sumber energi terbarukan. Langkah untuk melakukan penghematan bahan bakar dan kaitannya dengan efek gas rumah kaca (GRK) serta emisi berbahaya lainnya telah menjadi perhatian pemerintah, masyarakat, produsen kendaraan dan produsen bahan bakar. Produksi energi, transportasi, aktivitas rumah tangga, kegiatan industri dan penggunaan kendaraan bermotor merupakan penyumbang antropogenik utama pencemaran udara seperti CO2, HC, NOx, SO2 dan zat berbahaya lainnya. Kualitas bahan bakar yang baik akan berpengaruh terhadap emisi yang dikeluarkan dan secara garis besar turut mempengaruhi kesehatan penduduk Indonesia.

Kualitas bahan bakar merupakan salah satu komponen penting untuk pengendalian pencemaran udara dari kendaraan bermotor. Untuk bensin, beberapa komponen bahan bakar yang penting untuk diperhatikan adalah kadar timbel, aromatik, benzene, RPV, olefin dan kadar belerang. Kandungan timbel yang ada dalam bahan bakar merupakan pemicu trigger point untuk keberhasilan program pengendalian pencemaran udara dari sumber bergerak kendaraan bermotor. Sekali bahan bakar sudah bebas timbel (Unleaded Gasoline) maka kendaraan bermotor dapat dipasangi catalytic converter (suatu peralatan yang dapat menyaring pollutan kritis seperti CO, HC dan NOx). Untuk Solar, komponen bahan bakar yang perlu diperhatikan seperti angka cetane, destilasi, kadar belerang dll sehingga kinerja mesin diesel dapat dicapai seoptimal mungkin.

Pada 1 Juli 2006 Indonesia telah berhasil menerapkan kebijakan bensin tanpa timbel untuk seluruh wilayah, hal ini telah diumumkan oleh Pertamina sebagai produsen utama bahan bakar di Indonesia. Hal ini merupakan sebuah awal yang baik bagi upaya pengendalian pencemaran udara di Indonesia. Hal lain yang patut dijadikan target adalah penurunan kandungan belerang pada bahan bakar diesel.

Seperti kita ketahui sumber utama emisi CO2 atau gas rumah kaca berasal dari sektor kehutanan dan energi mencapai 97% dari total emisi emisi CO2 sebanyak 748,607 di tahun 1994. Sedangkan data dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2004 menyatakan emisi CO2, 275,37 (Mt CO2 e).

Seiring dengan telah diterbitkannya Inpres No.1 tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain, dan upaya-upaya penerapan penggunaan bahan bakar nabati melalui peluncuran produk seperti Biopertamax ataupun Biopremium dan Biosolar diesel yang telah dikeluarkan oleh PERTAMINA ataupun produsen biofuel lainnya, diharapkan akan dapat mengurangi ketergantungan terhadap fossil fuel dan menurunkan beban emisi CO2.

WAKTU DAN TEMPAT

Keseluruhan kegiatan pada akhirnya diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan COP/MOP UNFCCC 13 pada tanggal 3 – 14 Desember 2007 di kawasan Nusa Dua - Bali.


TEMA KEGIATAN

Tema yang diangkat untuk seluruh rangkaian kegiatan diatas adalah ”CLEAN AIR, CLEAN FUEL AND CLEAN VEHICLES” , dimana kita berharap melalui kegiatan ini kita bisa menciptakan udara yang lebih bersih melalui penyediaan bahan bakar yang bersih dan ramah lingkungan serta didukung oleh penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan.


PELAKSANA

Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan GAIKINDO bekerja sama untuk memastikan bahwa kegiatan ini akan mendorong tersedianya kualitas udara yang lebih baik di Indonesia. Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI menyadari bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan penting bagi Indonesia dalam memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan kualitas udara yang mendukung upaya pencegahan perubahan iklim.


PROGRAM

Rangkaian kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Pemantauan kualitas bahan bakar bensin dan solar di 30 kota di Indonesia
2. Penyusunan : Indonesia Position Paper on Biofuel 2030. and environment protection
3. Publik Expose : Indonesia Fuel Quality Monitoring report 2007
4. Biofuel Roadshow Jakarta Bali
5. Indonesia JARI Roundtable meeting
6. Pameran transportasi yang bersahabat dengan iklim dan energi hijau

Rangkaian Kegiatan CLEAN AIR, CLEAN FUEL, CLEAN VEHICLES







 
Last Update : 21-01-2008 13:20:00

Publikasi Program Link Kunjungan

Profil Asdep Emisi | Penelitian & Publikasi | Program & Kegiatan | Foto-foto Kegiatan | Berita Kegiatan | Contact

Copy Right © 2007 Asdep 5/II KLH, All Right Reserved
web emisi Version : 1.5